WELCOME TO SELAMAT DATANG

Video

Panduan Sukses Blogger

Pages

Selasa, 14 Juni 2011

Industri Farmasi


MAKALAH INDUSTRI FARMASI
“PT AFIAT INDUSTRI FARMASI”



DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL...................................................................................i
KATA PENGANTRAR..............................................................................ii
DAFTAR  ISI..............................................................................................iii

                       I.            SEJARAH PT AFIAT  INDUSTRI FARMASI..................................1
                    II.            SPESIFIKASI BAHAN BAKU..........................................................3
                 III.            DESKRIPSI PROSES PEMBUATAN SALEP..................................4
                 IV.            ALUR PROSES PEMBUATAN SALEP............................................6
                    V.            SPESIFIKASI PRODUK dan KEGUNAAN PRODUK....................7
         DAFTAR PUSTAKA.....................................................................................8















       I.            SEJARAH PT AFIAT INDUSTRI FARMASI
Berawal dari usaha keluarga yang membuka sebuah toko obat dengan lokasi di Jl. Jend. A. Yani No 177 Bandung dengan nama Toko Obat "BINTANG", pada tahun 1965 muncul gagasan yang diprakarsai oleh Bapak Agus Tjakralaksana, untuk mendirikan sebuah perusahaan yang memproduksi obat, makanan, obat tradisional, kosmetik dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga (PKRT).
Gagasan dari Bapak Agus Tjakralaksana ini, mempunyai sudut pandang sosial dan ekonomis, yaitu :
1.      Sudut pandang sosial
Obat-obatan merupakan produk yang diproduksi untuk tujuan preventif (pemeliharaan kesehatan) dan kuratif (pengobatan penyakit). Memproduksi obat dengan harga terjangkau merupakan tugas sosial yang harus diemban untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan taraf hidup, sehingga seiring dengan meningkatnya produktifitas maka kesejahteraan masyarakat dapat segera terwujud.
2.      Sudut pandang ekonomis
Produk yang dibuat didalam negeri akan jauh lebih murah. Semua obat-obat yang diproduksi ini, diharapkan dapat membantu masyarakat indonesia akan kebutuhan obat-obatan bermutu dengan harga terjangkau
Dorongan dari keluarga sangat besar peranannya dalam menguatkan niat beliau untuk mendirikan usaha di bidang industri farmasi tersebut. Maka pada tanggal 1 Juni 1965 berdirilah PT.Perseroan Dagang dan Industri Farmasi "AFIAT" berlokasi di Jl Pacar No. 5-7, Bandung dan disahkan dengan akta No. 10, tanggal 9 Februari 1965 oleh Notaris Lie Kwee Nio, SH. Pada mulanya pemasaran produk PT Perseroan Dagang dan Industri Farmasi "AFIAT" hanya melalui Toko Obat "BINTANG". Melihat perkembangan yang demikian pesat atas permintaan produk-produknya, yang datang dari berbagai wilayah di Jawa Barat dan Jawa Tengah, maka diperlukan usaha untuk meningkatkan jumlah produksinya.
                        Sejalan dengan perkembangan perusahaan, pada tahun 1972 PT. Perseroan Dagang dan Industri Farmasi "AFIAT" memperlakukan perluasan usaha dengan memperoduksi Plester di JL. Dr. Setiabudi No 106, Bandung. Kemudian pada tahun 1973 dengan niat dan komitmen dari perusahaan yang selalu ingin memberikan yang terbaik kepada konsumen dan mitra kerjanya, maka dilakukan pembenahan akan sarana produksi dan pengujian dengan menggunakan peralatan yang lebih maju serta sarana promosi yang lebih dekat dengan konsumen seperti melalui surat kabar dan radio, demikian juga dengan sarana pabriknya dipindahkan ketempat yang lebih memadai, yaitu Jl Pasir Kaliki No 45, Bandung
                        Tahun 1975, PT Perseroan Dagang dan Industri Farmasi "AFIAT" mempersiapkan diri dengan mendirikan gedung pabrik diatas tanah seluas 32.193 m2 dikawasan industri, di Jl Leuwigajah No 138 Cimindi Cimahi. Terhitung sejak tanggal 1 Juni 1985 perusahaan menyatakan pemindahan alamat pabrik dari Jl Pasirkaliki No 45, Bandung ke Jl Leuwigajah No 138 Cimindi Cimahi, pernyataan ini dicatat dalam Akta Np. 19, tanggal 26 Sep 1988 oleh Notaris Melly Nathani. Di lokasi pabrik tersebut, PT Perseroan Dagang dan Industri Farmasi "AFIAT" terus berkembang dan memperluas pangsa pasar sampai ke luar negeri.
                        Kini PT Perseroan Dagang dan Industri Farmasi "AFIAT" telah menjadi perusahaan farmasi yang dikenal dengan produk unggulan Pagoda Pastilles, Afitson dan Pagoda Salep Extra. PT Perseroan Dagang dan Industri Farmasi "AFIAT" terus berusaha melakukan pengembangan produk sesuai dengan kebutuhan pasar, melalui Departemen R&D, dan didukung oleh Departemen QA & QC yang telah dilengkapi dengan Laboratorium Fisikokimia dan Mikrobiologi untuk menjamin dan menjaga kualitas produk-produknya
Beberapa produk unggulannya antara lain :
1)      Makanan / Kembang gula : Pastilles dengan brand "Pagoda Pastilles", permen segitiga dengan brand "Green Pagoda Pastilles", permen dengan rendah kalori dengan brand "Yesmint"
2)       Obat Tradisional / Obat quasi : Balsem / obat gosok dengan brand "Afitson","Afitson Cengkeh","Afitson Extra","Afitson Aromaterapi Green Tea", Salep kulit dengan brand "Pagoda Salep Extra"
3)      Obat-obatan dan suplemen kesehatan : Obat cacing dengan brand "Afixin", Vitamin C dengan brand "Citroen C", OBH "Afiat", Afimol, Afidol, Salicyl talk, Freemag, Vitamin B Complex, B1, B6, OBH Generik, Salep 2-4, Salep A.Doen, dll.
Dengan pengalaman labih dari 40 tahun, PT Perseroan Dagang dan Industri Farmasi "AFIAT" bertekad untuk terus memberikan sumbangsih bagi peningkatan kualitas kesehatan dan kehidupan masyarakat Indonesia melalui produk yang berkualitas dengan harga terjangkau.



    II.            SPESIFIKASI BAHAN BAKU

Salah satu produk utama dari PT AFIAT INDUSTRI FARMASI yaitu produk salep kulit dengan brand “Pagoda Salep Extra” dan “Salep 2-4”

a.       Bahan Baku Pagoda Salep Extra
Bahan baku
Manfaat
Sulfur Praecipitatum
10 %
sebagai keratolitik agent yaitu suatu zat yang dapat menghilangkan sisik-sisik kulit yang kasar atau melunakkan/menipiskan lapisan keratin
Asam Salisilat
12 %
dapat meningkatkan penetrasi obat lain, memberika efek keratolitik yang luat dan lebih efektif.
Asam Benzoat
5 %
untuk mencegah pertumbuhan khamir dan bakteri
Camphora
3 %
sebagai antiiritan dan antipruriginosa
Menthol
1%

b.      Bahan Baku Salep 2-4

Sulfur Praecipitatum
40 mg
Asam Salisilat
20 mg









 III.            DESKRIPSI PROSES PEMBUATAN SALEP

Proses pembuatan salep, sangat tergantung dari tipe basis yang digunakan dan jumlah salep yang akan dibuat. Tahapan paling kritis dalam pembuatan salep adalah prases pencampuran dan pengadukan antara bahan-bahan dalam fase minyak dan bahan-bahan dalam fase air.
Proses, pembuatan salep diawali dengan pemisahan bahan- bahan fase minyak dan bahan-bahan fase air. Bahan-bahan fase air dilarutkan dengan air murni (purified water) dalam suatu alat pencampur (mixer dan / atau colloid mill). Sedangkan bahan-bahan fase minyak dilelehkan dalam vessel double jacket yang terbuat dari baja tahan karat(stainless steel)dan dilengkapi dengan mixer dan homogenizer. Setelah masa fase air tercampur homogen, kemudian dipindahkan secara perlahan-lahan ke dalam massa fase minyak yang sudah di lelehkan dan homogen dengan”di hisap” menggunakan vacuum pencampuran antar fase tersebut dilakukan pada temperatur 70-72°C agar fase minyak tetap dalam kondisi cair. Temperatur  pencampuran dapat diturunkan jika titik leleh fase minyak cukup rendah untuk mencegah kristalisasi atau pembekuan bahan-bahan sebelum waktunya.
Dalam proses pembuatan salep harus dijaga jangan sampai kemusukan udara. Masuknya udara ke dalam salep dapat menyebabkan instabilitas emulsi, variasi ke rapatan dalam suatu batch dan menyebabkan variasi bobot salep atau cream dalam wadah (tube). Pemasukan udara tersebut dapat terjadi selama proses pencampuran (terutama pencampuran dengan kecepatan tinggi), homogenisasi atau pada tahap penggilingan, selama proses pemindahan dan / atau pada saat pengisian ke dalam tube. Pemasukan udara dapat dicegah sejak awal proses pembentukan emulsi, yaitu dengan cara pemasukan fase air kedalam fase minyak dengan cara sedemikian rupa, sehingga pemercikan dan pengaliran dihindari. Metode penuangan fase air ke dalam fase minyak yang terbaik adalah dengan cara “dihisap” dalam kondisi vacuum. Penutupan vessel yang sempurna dan pencampuran dan homogenisasi juga harus dilakukan dalam kondisi hampa udara (vacuum).
Setelah pencampuran antar fase, dilakukan proses pendinginan secara perlahan untuk memberi kesempatan pencampuran yang cukup memadai selama emulsi dalam bentuk cair. Proses pendinginan dilakukan dengan cara menurunkan suhu selubung ketel (vessel) sedikit demi sedikit. Jika diperlukan penambahan pewangi (fragrance) harus dilakukan pada saat campuran berada pada suhu 43-45°C, untuk menghindari pendinginan emulsi, dan memudahkan larutannya pewangi dalam fase minyak yang masih belum membeku sempurna.
Pencampuran bahan aktif (obat) dapat dilakukan pada berbagai tahap. Untuk bahan aktif yang tahan terhadap pemanasan di tambahkan sebelum pemanasan, yaitu dicampur bersama-sama dengan fase air (untuk bahan aktif yang larut dalam air) atau bersama-sama dilelehkan dalam fase minyak (untuk bahan aktif yang larut dalam fase minyak). Sedangkan untuk bahan aktif yang tidak tahan terhadap pemanasan, dapat ditambahkan setelah emulsi jadi dan suhu campuran dingin.






















  1. ALUR PROSES PEMBUATAN SALEP









































 


















































































































































































































































































Gambar 4.1 Alur proses pembuatan salep




  1. SPESIFIKASI PRODUK dan KEGUNAAN PRODUK
a.       Pagoda Salep Ekstra
Spesifikasi produk:

*      Salep kulit yang telah mengalami perbaikan formulasi, dengan meningkatnya kadar Asam Salisilat menjadi 12% akan menjadikan salep ini lebih efektif dan mempercepat penyembuhan penyakit kulit.
*      Tersedia dalam Pot kaleng 10 gram : 1 Karton 50 lusin
dan  Pot plastik 6 gram : 1 karton 50 lusin

pagodasalepextra
SALEP 1

Gambar 5.1 Pagoda Salep Ekstra
      Kegunaan produk:
Untuk mengobati penyakit kulit seperti:
- Gatal-gatal di telapak tangan, kaki, selangkangan paha
- Kutu air
- Panu
- kurap
- kudis

b.      Salep 2-4
Spesifikasi produk:
*      Terdiri atas campuran asam salisilat 20 mg dan sulfur 40 mg
*      Harganya relatif murah
*      Telah dipakai sejak dulu untuk mengobati skabies

salep24
Gambar 5.2 Salep 2-4
Kegunaan produk: Untuk mengatasi gatal-gatal, kudis, kadas, dan kutu air.




     





DAFTAR PUSTAKA

Priyambodo, Bambang. 2007. Manajemen Industri Farmasi, edisi ke-1. Yogyakarta: Global Pustaka Utama
www.pt-afiat.com (diakses Selasa, 9 November 2010 pukul 21.49 WIB)







3 komentar:

  1. bisa minta datanya g' soalnya alur pembuatan salepny kurang lengkap, klw dermazin cream dr pt phapros ada tidak?

    BalasHapus
  2. kita juga punya nih artikel mengenai 'Farmasi', silahkan dikunjungi dan dibaca , berikut linknya
    http://repository.gunadarma.ac.id/bitstream/123456789/1690/1/Artikel_20304026.pdf
    trimakasih
    semoga bermanfaat

    BalasHapus